Jumat, 13 Januari 2012

Mengenal Memory Architecture

Sebuah pertanyaan terbersit, “Apa yang menyebabkan PC tidak bisa mencapai kinerja maksimalnya? Jawabannya adalah RAM. Mengapa hal ini terjadi? Karena CPU jauh lebih cepat dari RAM dan biasanya harus menunggu RAM mengantarkan data. Selama menunggu data itu, CPU lebih sering bingung ketimbang bekerja.

Sebuah PC yang sempurna, sejatinya RAM memiliki kecepatan yang sama dengan CPU. Untuk itulah digunakan teknik dual, triple, dan quad channel untuk menggenjot kecepatan komunikasi RAM dengan memory controller hingga dua, tiga, dan empat kali lipat. Memory controller adalah sirkuit yang mengendalikan RAM. Saat ini, komponen ini telah diintegrasikan ke dalam CPU yang memungkinkan CPU dan RAM berkomunikasi secara langsung. Pada CPU lama, sirkuit ini ada dalam chipset motherboard dalam chip Northbridge.
dokumentasi pribadi

Dalam kasus ini, CPU tidak berkomunikasi langsung dengan RAM, CPU berkomunikasi dengan Northbridge menyampaikannya kepada RAM. Tentu saja arsitektur CPU terbaru memiliki kinerja yang lebih baik karena tidak membutuhkan perantara untuk berkomunikasi dengan RAM. RAM terhubung dengan memory controller melalui serangkaian kabel, yang secara kolektif dikenal sebagai memory bus. Kabel-kabel ini terbagi ke dalam tiga kelompok: data, address, dan control. Setiap kelompok bus ini memiliki tugas yang berbeda.

Kabel dari kelompok bus data akan membawa data yang dibaca yang dikirim dari RAM ke memory controller atau ditulis yang dikirim dari memory controller ke RAM, yakni data yang keluar dari CPU. Kabel dari kelompok bus address bertugas memberi tahu RAM di mana tepatnya data tersebut diambil dan disimpan. Sementara itu, kabel dari kelompok bus control mengirimkan perintah kepada RAM, memberi tahu jenis operasi yang dikerjakan, misalnya apakah ini operasi tulis (simpan) atau baca (ambil). Kabel lain yang tak kalah pentingnya dalam bus control ini adalah memory clock signal.

Kecepatan memory (clock rates), kapasitas maksimum per modul, total kapasitas maksimum, dan tipe RAM (DDR, DDR2, DDR3 dan sebagainya) semuanya didefinisikan oleh memory controller. Jika kita memasang RAM dengan clock rates yang lebih tinggi, tetap akan diakses sesuai definisi memory controller. Sebagai contoh, jika memory controller hanya mendukung DDR3 sampai dengan 1.333 MHz, sementara kita memasang RAM DDR3 dengan clock rates diatasnya (misal 1.866 atau 2.133 MHz), RAM tersebut tetap akan diakses dengan clock rates 1.333 MHz. Tentu saja ada pengecualian dari aturan umum ini jika motherboard memungkinkan konfigurasi clock rate RAM di atas kecepatan maksimum yang didukung memory controller. Sebagai contoh, CPU Intel saat ini mendukung memory hingga 1.333 MHz, tetapi beberapa motherboard mengizinkan kita mengonfigurasi clock rates hingga 2.133 MHz.

Bandwidth adalah transfer rate maksimum dari channel komunikasi. Pada memory, bandwidth diukur dalam satuan megabytes per second (MB/s) atau gigabytes per second (GB/s), yang berarti berupa juta atau miliar byte yang bisa ditransfer dalam satu detik secara berturut-turut. Bandwith memory bisa dihitung dengan rumus berikut: bandwidth = clock rate asli x data yang ditransfer per clock cycle x bit yang ditransfer per clock cycle / 8. Memory berbasiskan teknology DDR, sesuai dengan namanya, Double Data Rate, mentransfer dua data per clock cycle. Hasilnya, DDR memiliki transfer dua kali lipat dibandingkan teknologi memory sebelumnya (SD-RAM) meski berjalan pada clock rate yang sama. Itulah sebabnya memory DDR biasanya dilabeli dengan dua kali clock rate yang asli. Sebagai contoh, DDR3-1333 sebenarnya bekerja pada clock rate 666,6 MHz yang mentransfer dua data per clock cycle.

Modul RAM saat ini merupakan perangkat 64-bit. Artinya, 64-bit data ditransfer pada setiap transfer cycle. Dengan kata lain, angka 64 adalah jumlah bit yang ditransfer per clock cycle. Dengan begitu, rumus bandwidth memory di atas bisa disederhanakan menjadi: bandwidth =DDR clock rate x 8. Dengan demikian, kita bisa dengan mudah menghitung bandwidth setiap memory. Sebagai contoh, memory DDR3-1333 memiliki bandwidth 10.664 MB/s atau 10,6 GB/s, sedangkan memory DDR3-1866 memiliki bandwidth 14.928 MB/s atau 14,9 GB/s. Lalu, apa hubungannya dengan arsitektur dual, triple dan quad-channel?

Arsitektur ini bekerja dengan meningkatkan jumlah kabel (aliran) data di dalam memory bus untuk meningkatkan bandwidth hingga dua, tiga, dan empat kali lipat secara berturut-turut. DDR3-1333 yang memiliki bandwidth 10,6 GB/s akan meningkat menjadi 21,2 GB/s jika dipasang dengan arsitektur dual-channel.

Sumber: Tabloid PC Mild

Mengenal Memory Architecture Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mohammad Iqbal Al Ghifari

6 komentar:

Anonim mengatakan...

ada kakinya di foto itu.... -_-"

NgekNgok Go-Blog mengatakan...

RAM gua tuh wakakakakakakakak

Uzanks Al Ghifari mengatakan...

hehe... ga sengaja ke foto...

Uzanks Al Ghifari mengatakan...

owh iya yah, itu RAM elo ternyata wkwkwkwk

hadi mengatakan...

Salam sukses...btw antum lbh suka warna hitam putih ya akhi....sekedar saran coba deh..kombinasikan warna2 yg lbh cerah...krn mnrt ahli psikologi..dengan beragam warna..bikin hidup..lebih hidup...hehehe...
Terimakasih....

Uzanks Al Ghifari mengatakan...

pengennya sih warna cerah, tapi belum dapat themenya. hehehe