Senin, 18 Juli 2011

Mempelajari Kepribadian Manusia Lewat Eneagram


Saya pernah membeli buku dan membaca buku tentang kepribadian, nah disini ada buku yang saya dapatkan, bagus sekali, menjelaskan banyak tipe dan karakter manusia. Buku itu berjudul “Eneagram: Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia dengan Lebih Asyik” karya Renee Baron (penulis dan terapis) dan Elizabeth Wagele (kartunis dan penulis). Eneagram itu sendiri sebuah studi yang membagi kepribadian manusia dalam 9 tipe dan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada kita berkembang di masyarakat. Sistem Eneagram (dibaca eniegrem) digambarkan dengan suatu lingkaran yang berisi sebentuk bintang bertitik sembilan. Eneagram diambil dari bahasa Yunani, yaitu Ennea adalah “angka sembilan (9)” dan gram artinya “sebuah gambar”. Jadi, Enneagram berarti sebuah gambar bertitik sembilan.
Disini diambil kesimpulan dari kesembilan tipe Eneagram:
  1. Perfeksionis: pekerja keras, penuh pertimbangan, dan memegang prinsip. Mereka berusaha menjalani hidup dengan standar ideal yang tinggi. 
  2. Penolong: hangat, peduli, mengasuh, dan peka terhadap kebutuhan orang lain. 
  3. Pengejar prestasi: energik, optimis, percaya diri, dan berorientasi tujuan.
  4. Romantis: memiliki perasaan yang peka, pribadi yang hangat, dan pengertian. 
  5. Pengamat: memiliki suatu kebutuhan akan pengetahuan, dan adalah pribadi yang introvert, penuh rasa ingin tahu, analitis dan berwawasan.
  6. Pencemas: bertanggung jawa, bisa dipercaya, dan menjunjung tinggi kesetiaan pada keluarga, teman, kelompok, dan alasan-alasan. Kisaran kepribadian tipe ini cukup luas, mulai dari menarik diri dan kaku hingga berani mengungkapkan pikirannya dan melawan.
  7. Petualang: energik, penuh vitalis, dan optimis. Orang-orang bertipe ini ingin memberi sumbangsih bagi dunia. 
  8. Pejuang: terus terang, mengandalkan diri sendiri, percaya diri, dan protektif. 
  9. Pendamai: mudah menerima, suka menyenangkan orang lain, dan mendukung. Pribadi semacam ini mencoba menyatu dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Proses kehidupan manusia yang belajar untuk menghadapi kondisi keadaan diri sendiri dan keluarga. Manusia pun mengalami perkembangan dalam kehidupan yang besar atau dewasa dimana manusia dituntut untuk mengembangkan kemampuan, bakat, dan talenta pada dirinya.
9 Tipe

Studi Kepribadian Lainnya
Dibuku ini juga dibahas studi kepribadian lain yaitu MBTI (Myers-Briggs Type Indicator/Indikator Tipe Myers-Briggs) yang dikolaborasikan dengan Eneagram. MBTI berkaitan erat dengan ukuran yaitu kecenderungan manusia terhadap empat dari delapan karakter kepribadian. Dibuku ini menjelaskan bahwa, di paruh pertama kehidupan, kita menguatkan karakter-karakter yang menonjol ini demi membangun suatu kepribadian yang kokoh. Sedangkan di paruh kedua kehidupan, kita menguatkan karakter-karakter yang kurang menonjol sehingga menjadi lebih seimbang dan sempurna. Misalnya, seorang introver bisa berkembang menjadi orang yang lebih ekstrover dan seorang ekstrover bisa berkembang menjadi lebih introver.
MBIT sendiri adalah suatu pendataan kepribadian atau tes berlandaskan karya Carl G. Jung (seorang psikiater asal Swiss, terkenal dengan teori-teori kepribadiannya). Indikator ini mengukur kecenderungan individu atas empat skala berikut:
1.   Apakah orang itu lebih terkait dengan dunia eksternal atau internal (Ekstroversion atau Introversion/Ekstroversi atau Introversi).
Ekstrovert (Ekstrover)
·         Suka bergaul, aktif, dan cenderung nyaman bersama orang.
·         Memperoleh semangat dari dunia luar.
·         Tertarik dengan pengalaman yang luas.
·         Menemukan apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan berbicara dan bertindak.
·         Bertindak dulu, lalu mungkin memikirkannya nanti.
Introvert (Introver)
·         Tidak banyak bicara, suka merenung, dan cenderung berkomunikasi satu lawan satu.
·         Mendapat energi dengan menyendiri.
·         Tertarik pada pengalamn yang mendalam.
·         Menemukan apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan mengolah informasi secara internal.
·         Berpikir dulu, baru mungkin nanti bertindak.
2.    Bagaimana kecenderungan orang itu dalam menyerap atau menangkap informasi (Sensing atau iNtuition/mengindra atau mengikuti kata hati).
Sensing (Pengindraan)
·         Mengandalkan informasi yang ditangkap langsung oleh kelima indranya.
·         Praktis dan membumi, hidup pada masa ini.
·         Tertarik pada apa yang ada sekarang ini ketimbang kemungkinannya di masa depan.
·         Bekerja tahap demi tahap dengan suatu cara yang telah baku, biasanya memperhatikan hal-hal kecil
iNtuitive (disingkat dengan N mengikuti kata hati)
·         Memperoleh informasi melalui indra keenam firasat, wawasan dan inspirasinya.
·         Tertarik dengan kemungkinan-kemungkinan dengan memanfaatkan imajinasi dan visinya.
·         Senang mengerjakan sesuatu dengan cara yang baru, bekerja dengan energi berlimpah.
·         Memfokuskan pada skema besar sehingga cenderung mengabaikan detail.
3.  Bagaimana kecenderungan orang itu dalam mengevaluasi dan mengambil keputusan (Thinking atau Feeling/menggunakan pikiran atau perasaan).
Thinker (Pemikir)
·         Menggunakan logika dan analisis dalam mengambil keputusan.
·         Menghargai prinsip, aturan dan prosedur.
·         Cenderung impersonal, objektif dan kritis.
Feelers (Perasa)
·         Menyaring informasi dengan nilai-nilai pribadinya sendiri.
·         Menghargai keharmonisan, bersikap suportif dan empatis.
·         Mengejar pujian tapi sensitip terhadap kritik.
4.     Bagaimana orang itu menjalani hidup: apakah terencana dan menutup diri atau spontan dan terbuka (Judging atau Perceiving/menilai atau membuat persepsi).
Judger (Penilai)
·         Realtif rapi dan efisien.
·         Menjalani hidup dengan perencanaan dan keteraturan sehingga cenderung membuat daftar dan mengikutinya.
·         Terdorong untuk mendapat keputusan dengan cepat agar dapat dekat.
Kecenderungan seseorang memberi penilaian (judging) tidak  berarti “menghakimi”.
Perceiving (Memberi Persepsi)
·         Relatif bisa beradaptasi, fleksibel dan spontan.
·         Ingin tetap memiliki pilihan dan menggali kemungkinan-kemungkinan baru.
·         Menunda kedekatan dengan mencari informasi lebih banyak sebelum mengambil keputusan.

Penutup
Setelah kita mengetahui dengan mempelajari tentang berbagai kepribadian. Kita bisa “menggolongkan” orang yang kita kenal ke dalam tipe-tipe kepribadian. Tapi, sangat disarankan agar apa yang kita ketahui tentang kepribadian orang agar disimpan dan tetap berpikiran terbuka terhadap orang lain. Menentukan tipe seseorang haruslah akurat dan tepat walaupun sesuai pandangannya sendiri. Jika kita ingin membaginya dengan orang tentang pribadinya, perlu dengan bahasa komunikatif sehingga interaksi yang didapatkan tidak menimbulkan permasalahan yang rumit bagi dia dan kita.

Sumber referensi:
Baron, Renee & Elizabeth Wagele. 2007. Eneagram: Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia dengan Lebih Asyik. Jakarta: PT. Serambi

Mempelajari Kepribadian Manusia Lewat Eneagram Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mohammad Iqbal Al Ghifari

0 komentar: