Minggu, 30 Januari 2011

Negeri Fenomena

Negeri yang dipenuhi fenomena. Kalau ada kejadian yang dirasa aneh atau tidak pernah sama sekali pasti sudah namanya fenomena. Bukan tidak suka dengan namanya fenomena, tapi dengan kelanjutan setelah fenomena itu muncul. Bagaimana tidak  sebuah fenomena muncul ke permukaan selalu dengan kehebohan yang berlebihan. Padahal fenomena itu belum tentu benar malah bisa merupakan sebuah kebohongan.  Perlulah memiliki kebijaksanaan dan kearifan dalam mengambil sikap tentang fenomena tersebut.

Indonesia dalam beberapa bulan ini selalu diselimuti fenomena yang selalu digembar-gemborkan media massa dengan berlebihan. Yah, seperti temuan crop circles di Yogyakarta yang menghebohkan dan dihubung-hubungkan dengan makhluk luar angkasa. Ada juga fenomena berupa makhluk hidup seperti binatang yang bentuknya aneh mulai dari domba bermata 3, kambing yang berkelakuan seperti anjing, kelelawar yang wajahnya menyerupai manusia dan lain-lain. Fenomena di bidang mistis pun juga tak luput dari pemberitaan yaitu hebohnya penampakan hantu, kuntilanak, jenglot dan makhluk halus lain, selain itu juga fenomena berbalut mistis yang menyedot perhatian seperti munculnya “dukun-dukun cilik” dan kejadian spiritual.

Semua fenomena itu memikat hati masyarakat, mereka seperti tersihir untuk mengetahui lebih dekat. Mereka tak ingin melewatkan kesempatan yang langka itu dalam melihat fenomena tersebut. Ada untung ada rugi dalam fenomena tersebut, dua sisi mata uang yang hadir untuk menyemarakkan fenomena. Untung didapat jika berhasil memanfaatkannya, rugi diraih jika gagal melaksanakannya. Yah seperti fenomena temuan jenglot membawa keuntungan banyak dengan menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya dan memberikan uang sebagai tiket masuk tetapi kerugian terjadi setelah masyarakat mengetahui bahwa jenglot itu cuma kebohongan yang masyarakat marah.

Wuih... Indonesia memang fenomena, mulai dari kehidupan di negeri yang berpenduduk setengah miliar ini penuh fenomena. Politik, hukum, ekonomi, dan bidang lain memunculkan fenomenanya yang setiap orang membicarakannya dalam 2 tahun terakhir. Kehidupan individunya pun fenomena, terkadang hidup di atas dengan penuh kesenangan, kemewahan, dan kekayaan tapi terkadang hidup di bawah diselimuti kesedihan, kemiskinan, dan kesengsaraan. Sungguh ironis sebuah negeri fenomena.

Negeri Fenomena Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mohammad Iqbal Al Ghifari

0 komentar: