Kamis, 13 Januari 2011

Fenomena WikiLeaks (bag 1)


Apa Itu Wikileaks?
 
WikiLeaks adalah sebuah situs yang khusus memposting dokumen-dokumen rahasia. Situs ini tidak menerima kontribusi dana dari pemerintah manapun, guna manjaga integritasnya. Bermarkas di Swedia dan didirikan pada tahun 2006. “WikiLeaks adalah organisasi nirlaba yang didanai juru kampanye hak asasi manusia, wartawan investigasi, teknologi dan masyarakat umum,” kata WikiLeaks. Wikileaks dioperasikan oleh sebuah organisasi yang dikenal dengan nama Sunshine Press dan juga mengklaim bahwa mereka didanai oleh aktivis-aktivis HAM, jurnalis-jurnalis investigatif, ahli-ahli teknologi, dan masyarakat umum. Semenjak kemunculannya, Wikileaks telah menghadapi sejumlah tuntutan hukum yang mencoba membuatnya offline (membredel situs itu).


Assange mengatakan Wikileaks menerima bahan-bahan rahasia, yang disensor, atau yang bukan untuk khlayak umum yang bermuatan politik, diplomatik, maupun etik. Sedang yang berupa kabar burung, pendapat, maupun hasil reportase yang sudah diketahui umum tidak akan diterbitkan oleh Wikileaks. "Kami menspesialisasikan untuk memungkinkan bahan-bahan dari pembocor informasi maupun dari wartawan yang disensor bisa diketahui khalayak umum," kata Assange kepada BBC.


Itulah sebabnya Wikileaks cepat menyedot perhatian. Dua tahun setelah mengudara situs ini langsung mendapat penghargaan New Media Award dari majalah Economist pada 2008. Setahun kemudian, laporan berjudul Kenya: The Cry of Blood – Extra Judicial Killings and Disappearances yang dirilis pada 2008, membuat WikiLeaks dan Assange memenangkan UK Media Award dari Amnesty International.


Pada tahun 2008, seorang bankir asal Swiss Julius Baer memenangkan sebuah gugatan untuk memblok situs itu, setelah Wikileaks merilis beberapa ratus dokumen mengenai aktivitas banknya di luar negeri. Meski begitu, sejumlah situs bayangan- -yang dioperasikan dari berbagai server di seluruh dunia masih terus beroperasi. Sepanjang hidupnya Wikileaks mengklaim telah berjuang melawan lebih dari 100 tuntutan hukum akibat materi-materi yang mereka rilis di dunia maya.


Situs ini benar-benar mengguncang dunia pada 2010 ini. Dimulai dengan membocorkan 90 ribu catatan rahasia laporan intelijen Amerika Serikat tentang perang Afganistan. Kemudian disusul denga penayangan sebuah video tentara Amerika yang terbang dengan helicopter Apache di atas Bagdad pada 12 Juli 2007.


Bukan hanya rahasia kisah perang dan darah saja yang bertaburan di situs Wikileaks, juga menceritakan soal perempuan dan narkoba yang melibatkan tokoh-tokoh penting. Cerita-cerita seperti ini muncul setelah mereka membongkar kawat diplomatik para diplomat Amerika di seluruh dunia. Misalnya dokumen Departemen Luar Negeri AS tentang Pemimpin Lybia, Muammar Gadhafi. Para diplomat di Tripoli melukiskan bagaimana Gaddhafi sangat bergantung kepada Galyna Kolotnytska. Bahkan disebutkan sang pemimpin tak dapat melakukan perjalanan tanpa si "pirang yang menggairahkan" itu. Selain itu, disebutkan juga bahwa Gaddafi yang takut tinggal di lantai atas bangunan bertingkat dan tak mau terbang di atas air.


Lain lagi cerita kawat diplomatik dari diplomat AS di Arab Saudi. Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan. Pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan disebutkan menggelar pesta dengan menghadirkan pelacur dalam jumlah berlimpah. Tentu ada alkohol juga. "Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu."Begitu bunyi kawat yang diteken konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, pesta bawah tanah sedang "berkembang dan berdenyut" di Arab Saudi. Sejumlah dokumen yang dibocorkan itu, ada juga diplomat Amerika yang membandingkan antara Presiden Iran Ahmadinejad dan Adolf Hitler. Adapun Presiden Perancis Nicolas Sarkozy diledek sebagai kaisar tanpa busana. Olok-olok untuk Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin adalah seekor anjing alpha. Sedangkan Presiden Afganistan Hamid Karzai dikatakan sebagai orang yang didorong oleh paranoia.


Kawat diplomatik yang sudah mulai dibocorkan Wikileaks itu baru segelintir. Situs ini memiliki 250 ribu dokumennya, termasuk di antaranya adalah 3000 lebih kawat diplomatic dari Kedubesnya yang ada di Indonesia. Hingga kini belum ada dokumen yang berasal dari Indonesia yang sudah dibocorkan.


Dengan “kemashyurannya” itu,  Wikileaks juga sempat mengalami permasalahan finansial. Pada Februari lalu, situs itu menunda aktivitasnya akibat kekurangan dana operasional. Donasi dari individu-individu dan sejumlah organisasi menyalamatkan situs ini.


Assange mengaku bahwa situs asuhannya itu sedang mengalami pertumbuhan hebat dan telah menerima jumlah materi yang luar biasa. “Jumlahnya melebihi kemampuan kami dalam mempublikasikannya ke publik,” ujar Assange singkat, Februari silam.


Sebagai dampaknya, situs itu harus berevolusi dan berharap dapat mendirikan sejumlah cabang-cabang independen di seluruh dunia. Fungsinya, sebagai penengah antara sumber-sumber berita dan pihak media massa. Sebuah fungsi yang menurut Assange merupakan fungsi terbaik yang mampu dijalankan oleh Wikileaks.


“Wikileaks menyediakan sebuah hubungan alamiah antara seorang jurnalis dan seorang sumber dengan kami bertindak sebagai di tengah melakukan fungsi terbaik yang dapat kami lakukan,” ujar Assange. Sejak pembocoran dokumen itulah masalah mulai mengganggu Wikileaks. Di antaranya adalah pemblokiran yang dilakukan sejumlah lembaga keuangan dunia, seperti Visa dan Mastercard, Paypal juga ikut memblokirnya. Bahkan, alamat WikiLeaks.Org dihapus permanen oleh penyedianya, EveryDNS.net. Assange dan timnya menyewa tiga domain baru di Eropa, yaitu WikiLeaks.de (Jerman), WikiLeaks.fi (Finlandia), dan WikiLeaks.nl (Belanda).


Wikileaks pun di “tendang” dari Amazon.com yang selama ini jadi tempat “nongkrong” DNS nya Wikileaks.org dikarenakan Wikileaks dianggap tidak mematuhi peraturan Amazon.com yaitu menyebarkan konten tapi Wikileaks tidak mempunyai hak atas konten tersebut. Setelah di “tendang” mereka pun berpindah ke server Perancis OVH, yakni provider internet terbesar di Perancis sekaligus terbesar ke dua di wilayah Eropa.


Tak hanya itu saja mereka pun mulai dijauhi oleh perusahaan-perusahaan yang tidak ingin dianggap mendukung Wikileaks, akan tetapi Wikileaks tidak sendirian mereka pun menggalang bantuan.  “WikiLeaks saat ini sedang dalam serangan besar. Untuk membuat mustahil usaha menghapus WikiLeaks sepenuhnya dari internet, kami butuh bantuan Anda, Jika Anda memiliki server berbasis unix yang hosting website di internet dan Anda ingin memberikan WikiLeaks sebagian dari sumber hosting Anda, maka Anda dapat membantu,” Kira-kira begitulah isi himbauan kepada masyarakat dunia maya untuk membantu mereka, dan usaha mereka tidak sia-sia 355 mirror telah siap untuk membentengi WikiLeaks.

Fenomena WikiLeaks (bag 1) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mohammad Iqbal Al Ghifari Al Awalaien

0 komentar: