Robot Hijau atau Tabung Elpiji 3 Kg


Judul diatas memang berkaitan hal dengan salah satu sistem operasi mobile yang telah terkenal di tahun ini. Ya, siapalagi kalau bukan sistem operasi mobile yang bernama Android. Android yang logonya seperti robot berwarna hijau  dan ada yang menyebutnya juga tabung elpiji 3 kg.

Disini kita akan belajar seluk-beluk tentang Android.
Lisensi Kode Sumber : Terbuka
Pengembang : Google
Dukungan Multi Tasking : Ya
Paket Browser : Google Chrome
Penyedia Aplikasi : Android Market
Basis Pengembangan Aplikasi : Android SDK

Dipasaran perangkat mobile ada banyak platform (sistem operasi mobile) seperti Symbian, iPhone, Windows Mobile, Blackberry, Java Mobile Edition, Linux Mobile (LiMo), Android dan banyak lagi. Tahun ini saja, di Indonesia telah bermunculan berbagai tipe ponsel yang diklaim sebagai Android Phone. Artinya, handset tersebut menggunakan sistem operasi Android dengan berbagai aplikasi yang juga berbasis Android sebagai softwarenya. Beberapa contoh tipe ponsel yang berbasis Android, antara lain: HTC Wildfire, Nexus One, Acer Liquid E, Samsung Galaxy S dan banyak lagi.

Harus Ada beberapa hal yang diketahui tentang platform Android:
  • Platform pengembangan aplikasi yang berbasis Linux yang open source (terbuka) dan gratis. Para pembuat handset dapat mengcustomize perangkat lunaknya tanpa harus membayar royalti kepada pengembang Android. Juga tidak ada ketergantungan dengan pihak ketiga dalam pengembangan softaware aplikasinya. 
  • Arsitektur yang bersifat component based. Komponen yang sudah builtin dapat dimodifikasi sendiri dengan sesuai kebutuhan. 
  •  Berbagai layanan built-in. Aplikasi built-in seperti browser atau map view dapat langsung di-embed ke dalam aplikasi yang kita kembangkan. Begitu juga untuk layanan database SQL, dapat langsung dimanfaatkan untuk membangun aplikasi tanpa harus repot dengan kendala driver atau koneksi. 
  • Grafik dan suara yang berkualitas tingg. Codec standar dari sebagian besar industri audio dan video telah disediakan, termasuk grafik antialis vektor 2D dan animasi 3D yang memungkinkan pengembangan game 3D. 
  • Portabilitas untuk hardware saat ini maupun hardware di masa mendatang. Semua program ditulis menggunakan Java dan dijalankan oleh Virtual Machine Android Dalvik yang didukung berbagai jenis input, seperti keyboard, touch screen dan trackball. User interface dapat diatur untuk berbagai resolusi layar dan orientasi. 
  • Sistem operasi Android memiliki ketersediaan aplikasi (app) di Android Market (https://market.android.com/). Di website tersebut, user dapat mendownload berbagai aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ketiga. Android Market juga memberikan kemudahan user untuk mendownload aplikasi tanpa menggunakan PC. 
  • Dukungan format audio/video antara lain WebM, MPEG-4SP, AMR, AMR-WB, AAC, HE-AAC (pada MP4 atau 3GP), MP3, MIDI, Ogg Vorbis, WAV, JPEG, PNG, GIF, dan BMP. 
  • Layout untuk handset dapat dioperasikan pada berbagai display, VGA, serta grafik 2D dan grafik 3D dengan library OpenGL ES. 
  • Web browser yang tersedia adalah WebKit digabung dengan Javascipt engine Chrome. 
  • Selain di smartphone, Android juga dipakai di netbooks, PC Tablet, Google TV dan perangkat mobile lainnya. 
  •  Platform hardware yang digunakan adalah ARM.
Logo Android
Android Market


Sejarah Perkembangan Android
Perseteruan antara Windows dan Linux tidak hanya terjadi di PC dan server, melainkan juga telah merambah ke wilayah lain yaitu Smartphone. Sebagaimana yang terjadi di wilayah asalnya, sistem operasi smartphone pun hadir dalam berbagai versi atau distro. Android yang dibidani Google, yang kemudian diasuh oleh Open Handset Alliance, adalah salah satu sistem operasi smartphone berbasis Linux yang paling diperhitungkan saat ini.

Berawal dari rumor bahwa Google akan memperkenalkan smartphone untuk menyaingi Apple iPhone pada tahun 2007. Rumor itu berkembang dan menimbulkan spekulasi apakah Google akan memproduksi smartphone dengan hardware dan softwarenya? Sebenarnya rencana Google untuk terjun di dunia sistem operasi mobile telah tercium setelah mengakuisisi sebuah perusahaan pada tahun 2005 yaitu Android Inc. Nah, Android Inc inipun dijalankan oleh karyawan Google seperti Andy Rubin, Rich Miner dan Chris White. Gebrakan Google pun berlanjut di tahun 2007, dengan makin kencangnya rumor bahwa Google akan mengeluarkan merek handset ponsel Google dan meramaikan pasar ponsel.

Pada akhir tahun 2007, Google mengajak beberapa perusahaan perangkat dan operator mobile bergabung konsorsium yang dipimpin oleh Google yaitu Open Handset Alliance. Perusahaan-perusahaan anggota adalah HTC, Sony, Dell, Intel, Motorola, Qualcomm, Texas Instruments, Samsung, LG, T-Mobile, Nvidia, Sistem Wind River, Sprint Nextel, Marvel Technology Group. Dan di akhir tahun 2008, anggota baru bergabung yaitu ARM Holdings, Atheros Communications, Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Huawei Technologies, PacketVideo, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Tujuan dari Open Handset Alliance adalah untuk mengembangkan standar terbuka untuk perangkat mobile. Dan pada tanggal 5 November 2007, Open Handset Alliance merilis Android dengan lisensi kode dibawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan open source.

Tahun 2008, Android pun dirilis pada smartphone pertama sebagai sistem operasinya yaitu produksi HTC. Operator selular pertama yang mendukung Android adalah T-Mobile di AS.
Android mempunyai versi rilis yang dikembangkan yaitu:
  • Versi 1.1 
  • Versi 1.5 (Cupcake) 
  •  Versi 1.6 (Donut) 
  •  Versi 2.0/2.1 (Eclair) 
  • Versi  2.2 (Froyo : Frozen Yoghurt) 
  • Versi 2.3 (Gingerbread) 
  • Versi 3.0/3.1/3.2 (Honeycomb) 
  •  Versi 4.0 (Ice Cream Sandwich). Akan rilis akhir tahun 2011.
Untuk komunitas Android Indonesia bisa gabung di http://forum.android.or.id/

Arsitektur Android
Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Tumpukan paling bawah adalah kernel, kernel yang digunakan adalah Linux versi 2.6. Dengan kernel dari Linux itulah Android dibangun dengan cakupan memor management, security setting, power management dan beberapa driver hardware.

Level berikutnya dari tumpukan ini adalah library, yakni serangkaian instruksi kepada smartphone yang berisi cara menangani data-data yang berbeda. Sebagai contoh, media framework library pada Android mendukung pemutaran dan perekaman berbagai format audio, video dan gambar.

Bertempat di level yang sama dengan library adalah lapisan runtime yang mencakup serangkaian inti library Java. Dengannya, programmer dapat mengembangkan aplikasi untuk Android dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone.

Application framework merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone, aplikasi telepon, pergantian antar proses atau program, dan pelacakan fisik telepon. Para pengembang aplikasi memiliki akses penuh kepada tool-tool dasar tersebut, dan memanfaatkannya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks.

Di lapisan teratas bercokol, aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah user menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone, seperti menelepon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontak dan lain-lain. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah paling sering mereka akses. Mereka mengakses fungsi-fungsi dasar tersebut melalui user interface.

Aplikasi Android
Untuk membangun aplikasi untuk Android, seorang programmer dituntut telah akrab dengan bahasa pemrograman Java. Bila syarat pertama telah dipenuhi, langkah selanjutnya adalah mendownload Software Development Kit (SDK) yang disediakan Android. SDK ini  membukakan jalan bagi programmer untuk mengakses application programming interface (API) Android.

SDK yang diinstal di PC ini mencakup beberapa tool, termasuk aplikasi contoh dan emulator Android. Emulator Android adalah program yang menduplikasi fungsi-fungsi smartphone yang berjalan di atas platform Android. Emulator juga berfungsi sebagai ajang pengujian aplikasi di PC, sebelum ditaruh ke dalam smartphone Android.

Google menjabarkan aplikasi Android ke dalam empat blok bangunan dasar (tidak semua aplikasi memiliki keempatnya), yakni:
  • Activities. Ketika sebuah aplikasi memunculkan screen di layar. Sebagai contoh, sebuah aplikasi GPS memiliki screen peta dasar, screen rencana perjalanan, screen rute di atasnya. Ketiga penampakan screen ini disebut activities. 
  • Intents. Mekanisme perpindahan dari satu activity ke activity lainnya. Sebagai contoh, ketika anda merencanakan sebuah perjalanan aplikasi GPS, intents akan menginterpretasi input anda, dan mengaktifkan screen rute di atas screen peta. 
  • Services. Serupa dengan service di PC dan server, program yang berjalan di belakang layar, tanpa interferensi dari pengguna. 
  • Content Provider. Mekanisme yang memungkinkan sebuah aplikasi berbagi informasi dengan aplikasi lainnya.

Referensi : 
Tabloid PC Mild