Kamis, 10 Maret 2011

Mengetahui Tentang Donor Darah

Donor darah adalah proses dimana penyumbang darah (pendonor) secara suka rela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah atau lembaga yang berkaitan seperti di Indonesia PMI (Palang Merah Indonesia), dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah.

Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah biasanya lewat kantong darah dan disalurkan kepada penerima (resipien) yang membutuhkan. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah.

Beberapa manfaat mendonorkan darah bagi pendonor adalah:

  • Mengetahui golongan darah. Hal ini terutama bagi yang baru pertama kali mendonorkan  darahnya.
  • Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang sedang diderita. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria dan sebagainya.
  • Mendapat pemeriksaan fisik sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan.
  • Mencegah timbulnya penyakit jantung.
Nah, siapa saja yang boleh mendonorkan darah? yang boleh mendonorkan darah adalah:
  • Pendonor berusia antara 17-60 tahun dengan berat badan minimal 45 kg. Usia 17 tahun harus dengan izin tertulis dari orang tua.
  • Tanda vital baik. Biasanya diperiksa sesaat sebelum mendonorkan darah. Tanda vital tersebut adalah: Tekanan darah sistol = 110-160 mmHg dan diastol = 70-110 mmHg, denyut nadi teratur 50-100 kali/menit, dan suhu tubuh 36,6-37,5 derajat Celcius (oral).
  • Jika pernah mendonorkan darah, pendonoran darah yang terakhir sudah lebih dari 3 bulan yang lalu.
Lalu siapa saja yang tidak boleh mendonorkan darah? Seseorang tidak boleh mendonorkan darahnya jika:
  • Pernah menderita hepatitis B.
  • Menderita TBC, sifilis, epilepsi, dan sering kejang.
  • Ketergantungan obat, alkoholisme yang akut dan kronik.
  • Dalam jangka waktu 1 tahun: sesudah operasi besar, sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik, atau sesudah transplantasi kulit.
  • Dalam jangka waktu 6 bulan: sesdudah kontak erat dengan penderita hepatitis, sesudah transfusi, sesudah tato/tindik telinga, sesudah persalinan, atau sesudah operasi kecil.
  • Dalam jangka waktu 2 minggu: sesudah vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid.
  • Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
  • Sedang hamil atau menyusui.
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi.
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus difteri.
  • Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
  • Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polisitemiavera.
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai risiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril).
  • Pengidap HIV/AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.
Sekantong darah yang didonorkan seringkali dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Darah adalah komponen tubuh yang berperan membawa nutrisi dan oksigen ke semua organ tubuh, termasuk organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal dan hati. Jika darah yang beredar di dalam tubuh sangat sedikit oleh karena berbagai hal, maka organ-organ tersebut akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Akibatnya, dalam waktu singkat terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan fungsi organ yang berujung pada kematian.

Untuk mencegah hal itu, dibutuhkan pasokan darah dari luar tubuh. Jika darah dalam tubuh jumlahnya sudah memadai, kematian dapat dihindari.

Sebenarnya siapa yang bisa menjadi penerima darah? Ada berbagai macam kondisi dan penyakit yang membutuhkan transfusi darah. Beberapa diantaranya adalah:
  • Luka yang menimbulkan perdarahan hebat, misalnya kecelakaan  mobil, luka sayat, luka tusuk, luka tembak dan luka lainnya.
  • Pembedahan yang menyebabkan keluarnya darah dalam jumlah besar, misalnya pembedahan jantung, pembedahan perut, dan yang lainnya.
  • Penyakit tertentu seperti penyakit hati (liver), penyakit ginjal, kanker, anemia defisiensi besi, anemia sel sabit, anemia fanconi, anemia aplastik, talasemia, hemofilia, trombositopenia dan lain-lain.

Sumber:
Buku "Hidup Sehat Berdasarkan Golongan Darah B"
www.wikipedia.com

Sumber Gambar:
www.pmi.or.id

Mengetahui Tentang Donor Darah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mohammad Iqbal Al Ghifari Al Awalaien

0 komentar: