Minggu, 23 Januari 2011

Fenomena WikiLeaks (Bag 4)

Siapa Dibalik WikiLeaks?

Siapakah dibalik WikiLeaks itu sebenarnya ? Julian Paul Assange lahir di Townsville, Queensland, Australia, tahun 1971, dari orangtua yang menjalankan sebuah kelompok teater keliling sehingga sering berpindah-pindah.Dia meninggalkan rumah kala berusia 16 tahun dan pada usia 18 tahun mempunyai seorang putra. Dia dan pacarnya kemudian berebut hak pengasuhan anak.
 
Tahun 1992, Assange ditangkap polisi federal Australia dan mengaku bersalah atas 24 tuduhan kegiatan hacking dan dibebaskan dengan denda 2.100 dollar Australia. Dia sempat belajar fisika dan matematika di Universitas Melbourne walau tidak sampai mendapat gelar.

 Julian Assange dulunya seorang wartawan Australia. Dia memulai Wikileaks—yang tidak ada hubungannya dengan Wikipedia—tahun 2006 bersama sekelompok orang dengan pikiran serupa: membocorkan dokumen-dokumen rahasia untuk memerangi korupsi pemerintah dan korporasi.
 Dia duduk dalam badan penasihat dengan sembilan anggota dan, walau tak mau disebut sebagai ”pendiri”, keputusan menerbitkan dokumen ke situs itu ada di tangannya.

Menurut orang-orang yang pernah bekerja dengannya, Assange penuh semangat, ambisius, dan sangat cerdas, dengan kemampuan luar biasa untuk memecahkan kode-kode komputer. Dia hidup nomaden dan telah tinggal di beberapa negara. Dia mengatakan akan terus berpindah-pindah untuk menangani Wikileaks dari lokasi yang berubah-ubah. Dia bisa lama tidak makan dan memusatkan perhatian kepada pekerjaan dengan hanya sedikit tidur, demikian menurut Raffi Khatchadourian, reporter majalah New Yorker yang selama beberapa pekan bepergian dengannya, seperti disebutkan dalam profil yang disiapkan BBC News. ”Dia menciptakan atmosfer di sekelilingnya, yang membuat orang-orang yang dekat dengannya ingin mengurusnya untuk membantu dia terus bekerja,” kata Khatchadourian. ”Ini mungkin karena karismanya.”

Berikut ini beberapa penghargaan kepada Julian Assange:
  1. Tahun 2008 mendapatkan penghargaan Economist Freedom of Expression Award, yaitu penghargaan kepada penulis, wartawan, pengacara, kampanye, pembuat film dan pelapor (whistleblower) dari seluruh dunia yang telah membuat kontribusi yang signifikan terhadap kebebasan berekspresi sepanjang tahun.
  2. Tahun 2009 mendapatkan penghargaan Amnesty International UK Media Award, yaitu penghargaan terhadap media massa (wartawan) yang telah memberikan kontribusi tentang isu hak asasi manusia. Penghargaan ini berkaitan dengan usahanya mengekspos pembunuhan ekstra yudisial di Kenya melalui penyelidikan "The Cry of Blood - Extra Judicial Killings and Disappearances".
  3. Tahun 2010 mendapatkan penghargaan Sam Adams Award, yaitu penghargaan yang diambil namanya dari Samuel A. Adams, yang berkaitan dengan integritas terhadap ilmu pengetahuan. 
  4. Kalah bersaing dengan Mark Zuckerberg dalam pemilihan Person Of The Year 2010 versi Majalah Time. Walaupun urutan teratas dalam polling oleh pembaca adalah Julian Assange.
 sumber foto: http://www.publicfigurebiography.com/wp-content/uploads/2010/08/Julian-assange.jpg

sumber foto: http://1.bp.blogspot.com/_uHRmbUZDkXw/TP5RBc6bZCI/AAAAAAAAAHw/CcqvGMHiQ0k/s1600/time_mag_cover_2010-12-13_Julian_Assange.jpg


sumber tulisan: 
http://asrul.blogdetik.com
http://konspirasi.com
http://batamtoday.com
http://beritasatu.com
Yahoo News!
http://en.wikipedia.org/wiki/Julian_Assange

Fenomena WikiLeaks (Bag 4) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mohammad Iqbal Al Ghifari

0 komentar: