Sabtu, 26 Juni 2010

Terima Kasih, Malaysia

Saturday, 26 June 2010

AKHIR-akhir ini berbagai karsa dan karya kebudayaan bangsa Indonesia yang semula kurang diperhatikan, apalagi dipedulikan bangsa Indonesia sendiri, mulai dipedulikan, diperhatikan, bahkan dijunjung tinggi.

Misalnya batik akhirnya berhasil diperjuangkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) untuk diakui UNESCO sebagai Warisan Kebudayaan Dunia berasal dari Indonesia, di samping keris dan wayang. Bahkan Kemenbudpar secara khusus menginstruksikan agar setiap daerah Republik Indonesia wajib menghimpun kembali datadata warisan kebudayaan asli setempat.

Di samping itu Kemenbudpar juga sedang gigih mengajukan jamu,sasando,angklung, reog, kuda lumping,dan lain-lain ke UNESCO untuk juga tidak ketinggalan diakui sebagai World Culture Heritage sebelum didahului Malaysia. Ibarat seorang suami yang semula kurang memperhatikan apalagi mempedulikan istrinya, ketika mendadak ada pria lain yang merayu sang istri,sang suami langsung tergugah untuk mulai lebih memperhatikan dan mempedulikan sang istri agar jangan sampai diklaim pria lain!

Maka setelah Malaysia yang kebetulan tidak terlalu kaya-raya dalam perbendaharaan kebudayaan asli secara sengaja maupun tidak sengaja mengklaim kebudayaan asli Indonesia sebagai milik mereka,tampak nyata bagaimana masyarakat Indonesia mulai memperhatikan,mempedulikan bahkan menghormati dan menghargai karsa serta karya bangsa Indonesia sendiri.

Terutama pada generasi muda Indonesia semula sangat berorientasi ke kebudayaan Jepang dan Amerika Serikat, lambat namun pasti mulai bangga terhadap kebudayaan bangsa Indonesia sendiri! Generasi muda yang semula bahkan malu mengenakan busana batik, kini mulai bangga mengenakan busana karsa dan karya kebudayaan bangsa Indonesia setelah diakui lembaga kebudayaan PBB sebagai salah satu perbendaharaan warisan kebudayaan dunia.

Generasi muda Indonesia yang semula bangga ber-hip-hopmeniru kaum muda di Amerika Serikat, mulai memperhatikan bahkan mempelajari kesenian tari tradisional Nusantara seperti saman, pendet, serimpi, melayu sampai dangdut yang memang tidak kalah mengasyikkan ketimbang tarian dari negara asing mana pun. Sebuah sekolah yang didirikan warga keturunan Tionghoa di Tangerang dengan bangga mengembangkan liong yang berakar di bumi China dengan desain kepala Nagagini khas Wayang Purwa dengan sepanjang tubuh berhias motif batik parang, kawung sampai megamendung.

Naga Nusantara ini sudah ditampilkan anak-anak sekolah Tangerang itu di sebuah festival di Perth sebagai karsa dan karya kebudayaan Nusantara yang berjati diri beda dari liong China. Kebanggaan anak-anak muda Indonesia terhadap karya-karya film dan musik Indonesia masa kini benar-benar menjabarkan makna Sumpah Pemuda ke bentuk kenyataan. Fakta membuktikan selama lima tahun terakhir ini pertumbuhkembangan industri perfilman Indonesia terutama justru garapan kaum muda merupakan salah satu yang paling pesat di dunia masa kini.

Dalam hal perfilman memang tidak bisa disangkal bahwa Malaysia lebih banyak mengimpor film Indonesia ketimbang Indonesia mengimpor film Malaysia. Produksi industri perfilman Indonesia memang lebih besar dalam kuantitas maupun kualitas ketimbang Malaysia Kesibukan Malaysia mengklaim kebudayaan Indonesia memiliki pengaruh positif dan konstruktif terhadap bangkitnya kesadaran dan kebanggaan bangsa Indonesia terhadap karsa dan karya kebudayaan negara dan bangsa mereka sendiri yang memang tiada tandingan dan bandingannya di planet bumi ini!

Sudah tiba saat bagi bangsa Indonesia mulai berhenti marah apabila Malaysia berani mengklaim kebudayaan Indonesia sebagai milik mereka. Alih-alih marah, jelas lebih produktif bagi kita semua untuk mawas diri mengenai apakah kita sudah menyadari, memperhatikan, mempedulikan,melestarikan sambil menumbuhkembangkan karsa dan kebudayaan bangsa Indonesia yang diklaim oleh Malaysia itu. Sudah tiba saatnya,

Menbudpar RI tidak lagi dipaksa mengirim surat protes ke sejawatnya di Malaysia, tetapi justru mengirimkan surat terima kasih kepada bangsa dan negara Malaysia yang begitu menghargai karsa dan karya kebudayaan bangsa Indonesia sampai tidak malu mengakuinya sebagai milik mereka. Terima kasih kepada Malaysia yang telah membantu memperkokoh benteng ketahanan kebudayaan bangsa Indonesia yang sejak dahulu kala memang sudah dipuja-puja bangsa! (*)

JAYA SUPRANA

sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/333817/

Terima Kasih, Malaysia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mohammad Iqbal Al Ghifari

0 komentar: